Banyak Persoalan Hukum, Peradi akan Dirikan LBH di Papua

ber1ta.com, JAKARTA – Berkaca kepada banyaknya persoalan hukum di Papua, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) berencana mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di bumi cendrawasih. Nantinya, LBH di Papua akan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat kurang mampu.

“Kita tidak bisa menunggu implementasi Undang-undang nomor 16 tahun 2011 tentang pemberian bantuan hukum yang masih rumit terutama di bumi cendrawasih. Banyaknya masalah hukum yang menimpa masyarakat kecil inilah membuat kita terpanggil,” ujar Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan, Kamis(19/2/2015).

Tidak hanya di Papua, Peradi kata Otto juga akan membuka LBH di daerah-daerah seluruh Indonesia khususnya yang memiliki permasalahan hukum agar kesetaraan di mata hukum dapat terwujud.

“Dalam waktu dekat juga akan didirikan LBH Peradi di Ambon, Sukabumi, Padang, Kendari dan Bangka Belitung. Target kita semua kabupaten kota di Indonesia sehingga setiap sidang di pengadilan akan ada LBH Peradi yang mendampingi,” ujar Otto.

Langkah membuka LBH tersebut lanjut Otto membuktikan bahwa seluruh DPC Peradi siap mendukung gerakan bantuan hukum cuma-cuma bagi masyarakat tidak mampu sebagaimana diamanatkan Kode Etik Advokat dan Undang-Undang Advokat.

“Tersebarnya 35.000 anggota Peradi di seluruh Tanah Air akan mendukung pemenuhan akses terhadap keadilan (access to justice) bagi masyarakat tidak mampu dan kiranya ini merupakan dharma bakti advokat Peradi bagi bangsa dan negara,” jelas Otto.

Dia juga berharap pimpinan Peradi yang terpilih dalam Munas pada Maret mendatang juga mendorong gerakan probono atau bantuan hukum cuma-cuma bagi masyarakat tidak mampu, sebagaimana hal ini telah menjadi perhatian masyarakat Internasional maupun Pemerintah Republik Indonesia.

Pendirian dan pelantikan pengurus PBH Peradi Papua dipimpin langsung Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan didampingi Ketua Pusat Bantuan Hukum DPN Peradi Rivai Kusumanegara dan Ketua DPC Peradi Papua Zeffnat Masnifit. Turut hadir pula unsur Muspida setempat baik dari Pemda Papua, Pengadilan Tinggi, Kejaksaan Tinggi, Polda, Kodam dan Pemkot setempat.

Selain mendirikan LBH, Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan juga menjadi pembicara dalam Workshop bersama kapolda dan kajati papua di hadiri penegak hukum dan advokat serta masyarakat lainnya setelah itu memberi sambutan dan menyerahkan sertifikat pendikan khusus profesi advikat (PKPA) dlm acara wisuda mahasiswa universitas YAPIS Papua dikuti 4000 orang dan dihadiri Menristek dan pendidikan tinggi, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Kasdam Papua.

Banyak Persoalan Hukum, Peradi akan Dirikan LBH di Papua | Claudia | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better