Cadangan Devisa Per Januari Naik, Tapi Sayang Salah Satu Sumbernya Utang Luar Negeri

ber1ta.com – Cadangan devisa Indonesia per akhir Januari 2015 sebesar 114,25 miliar dollar AS, meningkat 2,39 miliar dollar AS dibandingkan dengan cadangan devisa per akhir Desember 2014. Peningkatan itu terutama ditopang penerbitan obligasi global oleh pemerintah.

Padahal, obligasi global menambah utang luar negeri pemerintah. Oleh karena itu, disarankan agar nantinya cadangan devisa berasal dari sumber-sumber yang berkelanjutan.

Secara terpisah, Kepala Ekonom Bank Central Asia David E Sumual dan Ekonom Standard Chartered Indonesia Eric Alexander Sugandi yang dihubungi dari Jakarta, Minggu (8/2), mengatakan, ekspor harus digenjot agar cadangan devisa berkelanjutan. ”Obligasi global yang diterbitkan pemerintah bulan lalu memang bertenor jangka panjang. Namun, cadangan devisa harus diupayakan dari sumber yang berkelanjutan seperti devisa penerimaan ekspor,” kata David.

Berdasarkan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), total utang luar negeri Indonesia per November 2014 sebesar 294,389 miliar dollar AS. Jumlah itu terdiri dari utang pemerintah, BI, dan swasta. Utang pemerintah 127,289 miliar dollar AS, tumbuh 11,29 persen dalam setahun. Adapun utang swasta 160,544 miliar dollar AS dan utang BI 6,565 miliar dollar AS.
Mengendap

Eric mengatakan, pembayaran utang, termasuk utang pemerintah, dicicil dalam tenor yang panjang. Dengan demikian, ada waktu yang cukup bagi utang tersebut mengendap menjadi cadangan devisa.

”Memang agak susah mengharapkan cadangan devisa dari neraca pembayaran. Selama ini, BI juga menambah cadangan devisa dari sumber nonneraca pembayaran seperti barter valas,” kata Eric.

Dalam jangka pendek, peningkatan cadangan devisa dari sumber yang berkelanjutan, seperti penerimaan ekspor, kemungkinan besar belum bisa terlalu banyak diharapkan. Ekspor Indonesia pada 2015 diperkirakan belum meningkat signifikan karena besarnya ketergantungan terhadap komoditas. Kontribusi komoditas terhadap ekspor Indonesia sekitar 65 persen.

Padahal, harga komoditas ekspor, seperti minyak kelapa sawit mentah, karet, dan batubara, masih rendah dan diperkirakan belum akan naik karena masih lemahnya permintaan pasar dunia dan berlanjutnya tren pelemahan harga minyak mentah dunia.

”Sebetulnya ada harapan meningkatkan penerimaan ekspor dari manufaktur saat nilai tukar rupiah melemah seperti saat ini. Namun, banyak industri penghasil produk ekspor yang menggunakan input produksi dan barang modal impor,” kata Eric.

Sebelumnya, Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs menjelaskan, selain dari penerbitan surat utang berdenominasi valuta asing, cadangan devisa juga meningkat karena penerimaan pemerintah dari ekspor minyak dan gas serta penerimaan lainnya lebih besar daripada pengeluaran untuk membayar utang luar negeri pemerintah. (AHA)

Cadangan Devisa Per Januari Naik, Tapi Sayang Salah Satu Sumbernya Utang Luar Negeri | Claudia | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better