Kisah PSK Batam dan Buku 555 Miliknya

Laporan Tribunnews Batam, Alvin Lamaberaf

ber1ta.com, BATAM – Miris rasanya mendengar penuturan pekerja seks komersial dengan inisial M asal Batam ini. Demi sesuap nasi, M membolehkan pelanggannya untuk utang saat membayar usai kencan. Bahkan, kerap kali M dibohongi oleh pelanggannya sehingga akhirnya tidak dibayar.

Wanita paruh baya yang biasa mangkal di lokalisasi terselubung di Batam, mengatakan tidak semua pria hidung belang bisa membayar langsung alias utang dulu. Uniknya, perempuan yang berusia kurang lebih 40-an tahun itu memiliki cara sendiri untuk menjalankan “bisnis perempuannya”.

Ia membuat pembukuan layaknya bisnis jual beli. Bagi pria hidung belang yang tidak membayar selepas kencan, M akan mencacat nama pria tersebut di dalam buku yang sampulnya bertuliskan “Buku 555”.

Saat Tribun Batam membolak-balik “Buku 555” milik M, di dalamnya memang tertera nama-nama sederet nama lelaki hidung belang. Tertera sejumlah nama pelanggan dengan masing-masing keterangan tidak bayar dan tidak membayar lunas alias utang.

“Buku ini buat catat nama pelanggan,” ungkap M. Bahkan ia pun sempat bertanya apakah Tribun Batam mengenal nama-nama dalam buku itu.

M merupakan PSK yang bayarannya cukup fleksibel. Ia mengaku, tarif yang dikenakan kepada tamunya sangat variatif tergantung kemampuan tamu masing-masing.

Kisah PSK Batam dan Buku 555 Miliknya | Claudia | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better