Lalu Lintas Jalan Slamet Riyadi Solo Diusulkan Jadi Dua Arah

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

ber1ta.com, SOLO – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Solo Raya mengusulkan Jalan Slamet Riyadi dijadikan dua arah. Namun kendaraan yang bisa contraflow di jalan utama tersebut hanya bus Batik Solo Trans (BST).

Ketua MTI Solo Raya, Budi Yulianto, menjelaskan sistem BST melawan arus ini bisa dilakukan di atas rel kereta api yang ada di Jalan Slamet Riyadi, menyusul jarang digunakannya jalur rel. Apalagi, rencana operasional railbus belum pasti.

“Rel tetap dipertahankan, karena untuk kereta wisata Jaladara. Tetapi penggunaanya kan jarang karena railbus juga belum ada kejelasan. Sangat disayangkan kalau jalur ini menganggur,” ungkap Budi.

Tapi usulan mengoperasikan BST melakukan contraflow terkendala. Sesuai aturan yang berlaku, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki aturan terkait rel kereta maupun pengoperasian kereta api.

Budi menilai aturan tersebut bisa direvisi demi kepentingan rakyat banyak, terutama untuk rakyat Solo dan sekitarnya. Semua itu tergantung kemauan para pemegang kebijakan, mau merevisi aturan yang ada atau tidak.

“Demi kepentingan rakyat banyak, bukan perusahaan atau golongan, aturan atau undang-undang bisa direvisi. Dahulu kami tidak menyarankan (BST lawan arus, red) karena rel rencananya digunakan railbus, tapi kenyataanya belum beroperasi hingga kini,” sambungnya.

Lalu Lintas Jalan Slamet Riyadi Solo Diusulkan Jadi Dua Arah | Claudia | 4.5

Leave a Reply