Mantan Dubes RI untuk PBB: Komunikasi Indonesia dan Brasil Harus Lebih Intensif

Mantan Dubes RI untuk PBB: Komunikasi Indonesia dan Brasil Harus Lebih Intensif

Kompas/ Wisnu Widiantoro

Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Duta Besar Indonesia untuk Brasil Toto Riyanto, memberikan keterangan pers seusai menggelar pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/2). Presiden menegaskan, Indonesia menarik Duta Besar Indonesia untuk Brasil hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

ber1ta.com, JAKARTA – Komunikasi politik antara Brasil dan Indonesia diminta harus lebih intensif. Hal ini ditempuh untuk membuat hubungan bilateral kedua pihak semakin baik.

‎Mantan Duta Besar RI untuk PBB, Makarim Wibisono, menjelaskan komunikasi politik yang lebih intensif adalah keniscayaan bagi kedua belah pihak.

“Ini untuk mencapai tujuan keharmonisan hubungan bilateral,” kata Makarim saat dihubungi, Rabu (25/2/2015).

Menurutnya, dalam hubungan perekonomian, Indonesia dan Brasil dinilainya sangat kondusif. Kedua belah pihak bersinergi secara menguntungkan. Dia menjelaskan Indonesia berkepentingan untuk membeli sejumlah komoditi Brasil. Posisi Indonesia selama ini adalah konsumen komoditi Brasil.

Hubungan seperti itu menurutnya tidak berkaitan dengan hukuman mati yang dijatuhkan kepada warga Brasil karena kasus peredaran narkoba di Indonesia. Indonesia menurutnya dapat memberikan penjelasan kepada Brasil kenapa hukuman mati harus dilakukan.

Hukuman tersebut menurutnya dapat dibicarakan dengan bijak sehingga dapat memunculkan pemahaman. Hal ini dinilainya tidak akan mempengaruhi hubungan bisnis kedua belah pihak.

Brasil dan Indonesia diimbaunya dapat duduk bersama. Mereka dapat berdialog dan saling menyampaikan kepentingan negara masing-masing.‎

Mantan Dubes RI untuk PBB: Komunikasi Indonesia dan Brasil Harus Lebih Intensif | Claudia | 4.5

Leave a Reply