Naik Motor Saat Hamil Dua Bulan Apakah Berpengaruh Pada Janin?

ber1ta.com – Seorang ibu muda yang tengah hamil dua bulan merasa khawatir dengan kondisi janinnya, mengingat setiap hari ia bekerja mengendarai motor sendiri.

“banyak polisi tidur. Meski saya sudah berhati-hati tetap saja motor berguncang. Apakah ada pengaruhnya ke janin saya? Bolehkah naik motor kala hamil? Kapan saya harus stop naik motor?” tanyanya.

Menurut dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, Subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UPN Veteran/RSPAD Gatot Subroto, sebenarnya ibu hamil tidak dilarang mengendarai motor kecuali bila secara fisik dan atau kejiwaan sudah tidak memungkinkan mengendarai motor, misalnya mudah stres atau gugup; atau perut yang besar mengganggu dalam ibu mengendarai sepeda motor tersebut.

Ada hal lain yang juga dapat membahayakan ibu dan janin, yaitu polusi udara dimana udara Jakarta mengandung logam berat dan zat berbahaya lainnya. Pemakaian masker seharusnya mengikuti petunjuk dari organisasi kesehatan (misalnya, memakai masker yang memiliki penyaring udara), bukan masker tipis yang banyak dijual di pasaran.

“Bila terpaksa naik motor kala hamil, pilih jalan yang tidak terlalu ramai atau macet agar polusi udaranya dapat minimal serta tidak membuat Ibu menjadi mudah lelah atau kehilangan konsentrasi saat berkendaraan. Soal polisi tidur, selama dilewati dengan perlahan-lahan dan hati-hati, maka hal tersebut aman bagi ibu dan janin. Cara mengendara yang baik bagi ibu hamil adalah menghindari perubahan yang tiba-tiba (misalnya, sering mendadak mengerem) atau sering melewati jalanan yang berlubang atau tidak rata,” saran Endjun.

Naik Motor Saat Hamil Dua Bulan Apakah Berpengaruh Pada Janin? | Claudia | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better