Pelemahan Rupiah Persis Saat Kondisi Yunani Alami Krisis

Pelemahan Rupiah Persis Saat Kondisi Yunani Alami Krisis

TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN

Sejumlah nasabah melakukan pertukaran uang di kantor Bank Indonesia Semarang, Jateng, Kamis (15/1/2015). Nilai rupiah saat ini masih terbilang lemah bergerak di kisaran Rp 12.575-12.698 per dolar AS. Asumsi kurs nilai rupiah pada APBN-P 2015 sebesar Rp12.200 per dolar AS. TRIBUN JATENG / WAHYU SULISTIYAWAN 

ber1ta.com, JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa hari ini lebih disebabkan faktor eksternal dibandingkan dari dalam negeri. Bahkan, rupiah kemarin hampir menyentuh Rp 13.000 per dolar AS dan ini dapat dikatakan posisi tidak aman.

Ekonom DBS Group Research Gundy Cahyadi mengatakan, adapun faktor eksternal tersebut seperti kondisi Yunani dalam menghadapi paket dana talangan (bailout) dan rencana kenaikan suku bunga Bank Sental AS (The Fed) yang diprediksi naik 25 basis points (bps).

“Dalam negeri sama sekali tidak ada sentimen positif dan memang kalau dilihat dolar AS diagendakan untuk menguat pada tahun ini,” kata Gundy, Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Walau rupiah mengalami pelemahan terhadap mata uang negeri Paman Sam. Namun jika dilihat secara keseluruhan, dirinya melihat rupiah masih bergerak menguat dibandingkan mata uang lainnya.

“Posisi rupiah yang aman itu dikisaran Rp11.000 sampai 12.000 per dolar AS. Posisi sekarang engak aman sudah mau nyentuh Rp13.000 per dolar AS dan bisa gangu laju pertumbuhan ekonomi. BI harus lakukan suatu demi menjaga pertumbuhan ekonomi 5,7 persen,” tuturnya.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini, rupiah kembali melemah di level Rp 12.887 dari hari sebelumnya Rp 12.866 per dolar AS. Namun, data Bloomberg pada siang ini rupiah menguat ke posisi Rp 12.862 dari sebelumnya pada sore kemarin di angka Rp 12.992 per dolar AS.

Pelemahan Rupiah Persis Saat Kondisi Yunani Alami Krisis | Claudia | 4.5

Leave a Reply