Potret Gus Dur Bertahan di Kelenteng Boen Bio

ber1ta.com.SURABAYA – Sebagai tempat ibadah umat Khong Hu Cu, Kelenteng Boen Bio terlihat beda dengan 10 kelenteng lain di Surabaya. Bukan hanya masih tetap memegang teguh aliran Kong Hu Cu, namun adanya potret KH Abdurrahman Wahid yang menempati ruang utama kelenteng di Jl Kapasan tersebut.

Mantan Presiden RI yang akrab disapa Gus Dur ini memang punya arti khusus bagi warga Tionghoa. Saat menjabat Presiden ke-4, Gus Dur menerbitkan Kepres 6 tahun 2000 yang mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967. Inpres yang dikeluarkan pemerintahan Orde Baru ini melarang penyelenggaraan semua kegiatan keagamaan, kepercayaan dan adat istiadat Tionghoa di Indonesia.

Pada tahun 2001 Gus Dur juga menetapkan Imlek sebagai hari libur fakultatif. Disusul kemudian sebagai hari libur nasional dengan terbitnya Kepres 19 tahun 2002 pada masa pemerintahan Megawati.

Karena jasanya itu pula, Gus Dur masih dikenang umat Tionghoa, khususnya yang biasa sembahyang di Kelenteng Boen Bio. “Kami taruh foto itu di sini sebagai rasa terima kasih dan penghormatan pada Beliau. Gus Dur orang yang luar biasa bagi kami,” ujar Liem Tiong Yang, pengurus Kelenteng Boen Bio.

Penempatan potret diri Gus Dur sangat menyolok yaitu di sisi kanan tempat persembahyangan berdampingan dengan kim sien (patung) Gong Zi yang ada di sisi kiri. Sedang di bagian tengah adalah altar persembahyangan yang berisi aneka penganan sebagai sesaji.

Potret Gus Dur Bertahan di Kelenteng Boen Bio | Claudia | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better