Prostitusi Melalui Media Sosial Merajalela, Menkominfo: Blokir 100 Besok Muncul 200!

Prostitusi

Prostitusi online yang meresahkan masyarakat diakui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam penanganannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ini juga berlaku untuk prostitusi daring yang beroperasi di media sosial.

Rudiantara menekankan, jika pihaknya tidak bisa bekerja sendirian. Menkominfo meminta bantuan warga untuk bekerjasama dengan pemerintah agar permasalahan akut ini bisa cepat diselesaikan. Sebab, keberadaannya bisa sampai puluhan juta.

“Kalau menkominfo hanya memeloti itu saja kita gak kerja yang lain karena ada puluhan juta medsos yang sifatnya begitu,” kata dia.

Jika masyarakat menjumpai konten yang demikian, mereka bisa mengadu ke Kominfo. Aduan itu akan ditindaklanjuti oleh lembaga yang dibantu oleh tim ahli. Dari lembaga itu lalu diteruskan ke Kominfo dan pihaknya akan mengeksekusi apa yang diminta.

“Kalau mereka bilang blok, ya langsung kami blok,” sambungnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, setidaknya ada 900 ribu situs berkonten negatif yang telah diblokir dan rata-rata berkonten pornografi. Akan tetapi, sekadar blokir saja tidak cukup. Sebab, meski sudah dilakukan eksekusi situs semacam ini akan sangat cepat sekali muncul kembali.

“Misalnya sekarang diblok seratus, besok muncul lagi dua ratus karena di belahan dunia lain menjadi industri sendiri dan tak dilarang,” tegasnya.

Rudiantara kembali menegaskan pentinya melakukan pelaporan oleh warga jika menjumpai konten yang dianggap bermuatan negatif. Jika menemukan di Twitter, laporkan lewat sistem flagging atau apabila menjumpai situs di jagat maya segera kirim laporan itu ke email pengaduan Kominfo.

Prostitusi Melalui Media Sosial Merajalela, Menkominfo: Blokir 100 Besok Muncul 200! | Claudia | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better