Prostitusi Terselubung Menjadi Warna Kehidupan Malam di Ranai

Laporan Tribunnews Batam, Muhammad Ikhsan

ber1ta.com, NATUNA – Sejak Ranai berkembang dan disinggahi banyak pendatang, hingga kini, prostitusi terselubung memang tetap menjadi warna bagi kehidupan malam. Belum ada upaya pemerintah menekan ataupun melokalisir dengan baik.

Sebuah lokasi hiburan kelas bawah di bilangan Jalan Dt. KWM Benteng memang cukup terkenal sejak lama. Lokasi tersebut adalah pelantar kawasan bar karpet di dekat area Batu Kapal.

Sejenak saat memasuki tempat ini kita seakan memasuki pemukiman nelayan atau pemukiman warga pesisir. Namun jangan salah, lokasi itu merupakan bar, tempat minum dan karaoke.

“Banyak para wanita yang didatangkan dari luar daerah ke tempat ini. Mereka kemudian bekerja melayani tamu, untuk sekedar minum atau permintaan ‘short time’ bisa juga,” ujar Lala, nama samaran pekerja malam di area itu.

Bau-bau beraneka rasa bisa terdeteksi indera penciuman kita saat jalan di pelantar tradisional yang terdiri dari rumah-rumah dan lorong-lorong gelap di kawasan ini, saat malam. Mulai dari bau parfum yang beraneka ragam, bau balsem, bau minuman alkohol, bau keringat, hingga bau laut dari bawah pelantar ini. Saat siang, praktis area ini sepi.

Namun jika matahari mulai terbenam, area ini akan berubah menjadi ramai, biasanya yang mampir para kalangan menengah ke bawah, walaupun ada secuil kalangan menengah ke atas juga yang kadang menjadi tamu di tempat ini.

Prostitusi Terselubung Menjadi Warna Kehidupan Malam di Ranai | Claudia | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better