Saksi Kubu Agung Soraki Kesaksian Theo Sambuaga

ber1ta.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Musyawarah Nasional IX Bali, Theo Sambuaga memberikan jawaban atas pertanyaan hakim Djasri Marin dalam persidangan Mahkamah Partai Golkar.

Dari lima pertanyaan yang dilontarkan, Marin menanyakan mandat rapat pleno dipimpin oleh Theo Sambuaga. Hakim menanyakan, apakah Theo memimpin rapat atau hanya sebatas membacakan putusan.

“Saya diberi mandat untuk memimpin rapat bukan hanya baca putusan,”jawab Theo di Sidang Mahkamah Partai, DPP Golkar, Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Menanggapi hal itu, saksi dari kubu Agung Laksono langsung meneriaki jawaban dari Theo Sambuaga. Saksi dari kubu Agung menganggap jawaban dari kubu Aburizal, bohong dan mengada-ada.

“Huuuu, bohong,”teriak saksi dari kubu Agung.

Theo juga menceritakan kronologis rapat pleno tanggal 25 November 2014 ditunda akibat ricuh. Theo menyebutkan penundaan rapat yang sebelumnya dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB akhirnya baru bisa digelar pada pukul 17.00 WIB.

“Jam 5 sore kita mulai, kami menerima mandat dari Ketum dan Sekjen untuk rapat tersebut. Dalam ruangan ini banyak peserta yang sudah hadir dan ada Pak Agung Laksono dan Pak Priyo juga. Saya datang ke Agung dan mimpin rapat dan beliau sepakat. Kemudian beliau Sekjen dan saya pimpin rapat itu secara tertulis dan saya review untuk diskors dan ada perbedaan,” jelas Theo.

Tak hanya itu, Theo juga menjawab pertanyaan Marin terkait dasar digelarnya Munas Bali. Theo berpendapat, Munas Bali digelar berdasarkan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Yogyakarta tanggal 17-19 November 2014.

Saksi Kubu Agung Soraki Kesaksian Theo Sambuaga | Claudia | 4.5

Leave a Reply