Terus Diburu, Harimau Sumatera Makin Langka

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Teguh Suprayitno dan Jaka Hendra Baittri

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Populasi harimau sumatera tersebar hampir di seluruh bagian hutan Sumatera. Mulai dari Aceh hingga Bengkulu. Populasi terbanyak terdapat dikawasan Taman Nasional dan Swamargasatwa, sisanya ada di kawasan hutan Areal Penggunaan Lain (APL) dan Hak Pengusahaan Hutan (HPL).

Sunarto Wildlife Specialist WWF Indonesia mengatakan, macan sumatera ini masuk dalam zona critical endanger oleh The International Union for Conservation on Nature (IUCN). Seiring dengan peralihan fungsi hutan, harimau sumatera perlahan menghilang.

Pada tahun 70-an penelitian yang dilakukan Marcus Borner dari WWF International menyebutkan populasi harimau sumatera tercatat lebih dari 1000 ekor. Pada era 90-an pihak Kemenhut merilis data populasi harimau sumatera sebanyak 400-600 ekor. Kemudian pada 2010 lalu, pihak kemenhut kembali merilis populasi harimau sumatera sekitar 325 ekor.

“Kami (WWF) belum bisa memastikan angka pasti untuk populasi harimau sumatera, sebab anggka error dari penilitian kami cukup besar,” kata Sunarto.

Kata Sunarto, tahun ini pihak pemerintah, WWF dan instansi lainnya akan kembali melakukan sensus untuk memastikan keberadaan kucing besar asli Sumatera tersebut.

“Harimau tersebut adalah hasil buruan. Barang bukti satu lembar kukit harimau lengkap dengan tulang-tulang,” kata Sahron, kepala seksi BKSDA wilayah I, terkait ditangkapnya pembawa kulit harimau di Sarolangun Kamis lalu.

Barang bukti yang ditemukan satu buah kulit Harimau Sumatera. Menurut keterangan Sahroni panjangnya 1,31 cm panjang telinga 31 cm, tinggi kaki depan 45 cm, belakang 42 cm dan ekor sepanjang 62 cm. Ditemukan juga tulangnya yang tingginya 71 cm.

“Harimau jantan dengan luka tembak 2 butir tembus di punggung,” ungkapnya.

Terus Diburu, Harimau Sumatera Makin Langka | Claudia | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better